Fadly'z Blog

" semua akan terasa indah pada waktunya "

Kamis, 18 April 2013

Karya Ilmiah | Pengaruh Perkembangan Teknologi Informasi terhadap citra Pendidikan bagi Masyarakat di Indonesia


KARYA ILMIAH

" Pengaruh Perkembangan Teknologi Informasi terhadap citra Pendidikan bagi Masyarakat di Indonesia"




D
I
S
U
S
U
N

Oleh :
ARDIAN FADLI  ( 111402020 )


PROGRAM STUDI S-1 TEKNOLOGI INFORMASI
FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2013






Pengaruh Perkembangan Teknologi Informasi terhadap citra Pendidikan bagi Masyarakat di Indonesia


Kata pengantar

Puji syukur atas kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan karunia-Nya masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini. Tidak lupa saya ucapkan kepada dosen pengajar dan teman-teman yang telah memberikan dukungan dalam menyelesaikan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan, oleh sebab itu penulis angat mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Dan semoga dengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan teman-teman. Amin


Medan, 18 April 2013

Penulis , Ardian Fadli

Bab 1
Pendahuluan

1.1 Latar belakang

Teknologi informasi mempunyai pengaruh yang besar dalam berbgai aspek kehidupan masyarakat karena teknologi informasi sudah menjadi bagian dari hidup yang sangat penting. Dunia pendidikan, pemerintahan, bisnis dan usaha, sampai kesehatan dan kebutuhan harian masyarakat pun membutuhkan keberadaan informasi dan komunikasi.
Transaksi-transaksi yang berbasis teknologi informasi sejalan dengan laju pertumbuhan internet. Seiring dengan maraknya penggunaan internet yang dibutuhkan pengguna, banyak aplikasi-aplikasi baru bermunculan. Secara khusus hal ini sangat nyata terlihat dalam kegiatan bisnis, usaha, terutama dalam citra pendidikan.
Citra pendidikan adalah kesan yang ditimbulkan menurut pengetahuan dan pengertian publik dalam bidang pendidikan. Hal ini memiliki kaitan yang sangat erat antara masyarakat dan teknologi informasi.
Dengan perkembangan teknologi informasi yang tak mungkin dibendung, jenis kebijakan tentang pendidikanmelalui TV dan film tampaknya perlu dipikirkan dengan benar. Jika kita meyakini bahwa pendidikanmerupakan sebuah cara paling kuat untuk mengubah struktur budaya masyarakat, kebutuhan untuk menggunakan media massa seperti TV, film, internet, dan surat kabar/majalah dalam rangka menjaga proses terjadinya transplantasi budaya secara benar adalah imperative. Selain itu, kebijakan tentang jenis tayangan yang salah akan mempercepat terjadinya proses inflitrasi budaya satu ke budaya lainnya secara intensif dan dapat menyebabkan terjadinya penghapusan budaya (cultural genocide) secara perlahan-lahan. Oleh karena itu, saya akan membahas bagaimana hubungan teknologi informasi dengan citra pendidikan bagi masyarakat di indonesia.
1.2 rumusan masalah
Berdasarkan dari latar belakang di atas, masalah yang dirumuskan dan akan di bahas dalam makalah ini adalah hubungan antara masyarakat dengan teknologi informasi dalam bidang citra pendidikan. Apakah benar hal ini berkaitan, bagaimanakah kondisi citra pendidikan di indonesia seiring berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi yang semakin maju, dan antisipasi untuk menghindarkan hal-hal yang negatif dan menggantinya menjadi hal yang positif bagi masyarakat.
1.3 tujuan
adapun tujuan dari pembuatan makalah ini, yaitu :
1. Apakah citra pendidikan di Indonesia berjalan dengan baik?
2. Bagaimana pengaruh teknologi informasi bagi masyarakat di indonesia?
3. Apakah hubungan antara teknologi informasi dan citra pendidikan masyarakat di indonesia?

Bab 2
Pembahasan

2.1 citra pendidikan

Salah satu kebutuhan penting manusia adalah pendidikan, pendidikan merupakan kebutuhan sepanjang kehidupan. Tanpa pendidikan, manusia akan sulit berkembang dan bahkan akan terbelakang. Dengan demikian pendidikan harus betul-betul diarahkan untuk menghasilkan manusia yang berkualitas dan mampu bersinergi dengan zaman (bukan bersaing), manusia pada dasarnya adalah ciptaan Tuhan tanpa persaingan karena memiliki budi pekerti yang luhur dan moral yang baik untuk menjunjung tinggi kehidupan yang damai, bersaudara dan saling kasih mengasihi, dan berkorelasi antara menolong dan di tolong.
Mempertimbangkan pendidikan generasi sekarang sama dengan mempersiapkan generasi yang akan datang. Hati seorang anak (peserta pendidikan) bagaikan sebuah plat fotografik, kerangka kosong yang tidak bergambar apa-apa, siap merefleksikan semua yang ditampakkan padanya. Sehingga penting bagi pengajar untuk memahami dan mendeskripsikan apa yang seharusnya di isikan terhadap peserta didik. Tentunya dengan platform budi pekerti luhur.
Empat pilar pendidikan masa depan yang di sunting berdasarkan rancangan UNESCO dan perlu dikembangkan oleh lembaga pendidikan di Indonesia, Pertama, learning to Know. Konsep pertama ini diproyeksikan untuk memberikan pemahaman sekedar mengetahui sebagai prospek pertama kali dalam belajar. atau sekedar mendengarkan, artinya tugas guru lah yang menyampaikan materi pengajaran dengan benar (fasilitator), tanpa distorsi materi dan harus memiliki penguasaan yang mapan. Kedua, learning to do. Setelah konsep pertama tercapai maka beralih pada level yang lebih practically, yaitu belajar dengan cara mempraktekan apa yang telah di ajarkan dalam konsep pertama (belajar untuk melakukan sesuatu). dalam hal ini kita dituntut untuk terampil. Ketiga, learning to be. Pada level ini diharapkan peserta pendidikan mampu menjadikan dirinya sebagai agent dari generasinya, mampu menelaah fenomena sekitar dengan mengandalkan pemikiran yang bijaksana. Keempat, learning to live together. Konsep terakhir ini menawarkan bagaimana peserta didik sudah bukan lagi dalam tahap menerima, akan tetapi sudah pada tingkatan bermfaat bagi manusia lainnya.

2.2 teknologi informasi

Pada awal sejarah, manusia bertukar informasi melalui bahasa. Maka bahasa adalah teknologi, bahasa memungkinkan seseorang memahami informasi yang disampaikan oleh orang lain. Tetapi bahasa yang disampaikan dari mulut ke mulut hanya bertahan sebentar saja, yaitu hanya pada saat si pengirim menyampaikan informasi melalui ucapannya itu saja. Setelah ucapan itu selesai, maka informasi yang berada di tangan si penerima itu akan dilupakan dan tidak bisa disimpan lama. Selain itu jangkauan suara juga terbatas. Untuk jarak tertentu, meskipun masih terdengar, informasi yang disampaikan lewat bahasa suara akan terdegradasi bahkan hilang sama sekali.
Setelah itu teknologi penyampaian informasi berkembang melalui gambar. Dengan gambar jangkauan informasi bisa lebih jauh. Gambar ini bisa dibawa-bawa dan disampaikan kepada orang lain. Selain itu informasi yang ada akan bertahan lebih lama. Beberapa gambar peninggalan zaman purba masih ada sampai sekarang sehingga manusia sekarang dapat (mencoba) memahami informasi yang ingin disampaikan pembuatnya.
Ditemukannya alfabet dan angka arabik memudahkan cara penyampaian informasi yang lebih efisien dari cara yang sebelumnya. Suatu gambar yang mewakili suatu peristiwa dibuat dengan kombinasi alfabet, atau dengan penulisan angka, seperti MCMXLIII diganti dengan1943. Teknologi dengan alfabet ini memudahkan dalam penulisan informasi itu.
Kemudian, teknologi percetakan memungkinkan pengiriman informasi lebih cepat lagi. Teknologi elektronik seperti radio, televisi, komputer mengakibatkan informasi menjadi lebih cepat tersebar di area yang lebih luas dan lebih lama tersimpan.

2.3 hubungan teknologi informasi dalam citra pendidikan dengan masyarakat di indonesia.

Dua pertanyaan penting yang sedikit terlihat kalut ditunjukkan Mendiknas dalam menanggapi tersebarnya video porno artis hingga ke ujung negeri. Pertama, Mendiknas tak setuju denganpendidikan seks dan, kedua, meminta kepada semua kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk setiap saat merazia isi telepon seluler para siswa karena khawatir dengan penyebaran video porno. Jelas sekali kedua pernyataan tersebut memperlihatkan jenis pendekatan yang reaktif seorang menteri ketimbang proaktif. Di tengah ketidakmampuan birokrasi dan para guru kita dalam mendesain dan mengajarkan dokumen tertulis kurikulum secara benar, kasus video porno jelas merupakan peringatan terhadap jajaran Kemendiknas untuk lebih inovatif dan kreatif dalam mendistribusi kebutuhan virtue terhadap setiap mata ajar yang dipelajari siswa di sekolah.
Keruntuhan citra pendidikan
Jelas sekali beredarnya video porno artis merupakan tamparan hebat terhadap citra pendidikan di Tanah Air. Tak tahu di mana mereka dulu bersekolah, jika memang benar pelakunya adalah artis yang diduga ternama. Hal itu menunjukkan adanya sikap hidup hedonis dan rendahnya moralitas artis akibat pendidikan yang salah bisa jadi merupakan salah satu penyebab. Artis, melaui teknologi informasi, bukan saja menjadi faktor pendorong runtuhnya moralitas anak muda, melainkan sekaligus merupakan korban dari arus teknologiinformasi yang tanpa kontrol.
Meskipun kita telah memiliki undang-undang tentang pornografi dan teknologi informasi, paradigma perkembangan teknologi informasi dan kapitalisasi ekonomi dalam kebijakan tayangan televisi dan peredaran film jelas harus dicermati secara saksama oleh para pengambil kebijakan bidang pendidikan di Indonesia. Sebagai basis pendidikan massal paling efektif, tayangan televisi, film dan penggunaan internet memiliki peluang untuk mengubah tatanan budaya bangsa yang dikenal santun dan beradab ke arah yang kurang beradab dan tak mengenal tata krama. Dighe (2000) mengisyaratkan baik konten maupun rancangan program tayangan dalam bentuk film, video, dan musik bisa jadi merupakan manifestasi dan justifikasi superioritas budaya tertentu yang belum tentu semuanya baik.
Hasil riset menunjukkan dampak tayangan televisi, film, dan penyebaran video porno melalui internet juga menambah terjadinya praktik kekerasan, mistisisme, dan hura-hura ala sinetron. Bahkan jika semua fakultas psikologi di Indonesia mau dengan sukarela meriset kondisi mental siswa-siswi di sekolah, pastilah akan didapati banyak sekali anak usia sekolah yang mengalami depresi dan sakit jiwa. Bahkan dalam bahasa seorang sutradara Peter Weir, sebagai toxic culture, sebuah tayangan yang terlalu memamerkan kekerasan dan erotisme sangat tidak mendidik dan dapat menyebabkan kriminalitas di usia muda meningkat, egoisme tambah menjadi-jadi, bahkan juga dapat merusak lingkungan dan budaya sekolah ke arah yang tidak sehat (Bennet: 2000; Gidley: 2000). Ketika zaman televisi masih dimonopoli TVRI, mungkin peran pendidik (gurudan orang tua) tak terlalu berat dan melelahkan. Di samping jenis tayangan memang masih terbatas, bentuk tayangan juga masih mempertimbangkan aspek budaya lokal tiap daerah di Indonesia. Tayangan Si Unyil, drama Losmen, dan serial Aku Cinta Indonesia (ACI) begitu digemari dan menjadi rujukan para guru di sekolah dan orang tua di rumah.
Dapat dibayangkan betapa berat dan sulitnya para guru dan orang tua untuk berlomba kreativitas dengan tayangan elektronik ini.
Karena itulah, beberapa hasil riset tentang kekhawatiran pengaruh tayangan berbasis teknologi informasi terhadap pendidikan merekomendasikan langkah-langkah metodologis proses belajar-mengajar agar menggunakan pendekatan holistik, pro-active social skills seperti resolusi konflik dan metode cooperative learning. Jika hal itu lalai dibangun, keruntuhan citra pendidikan di Indonesia akan semakin menjadi-jadi; tidak hanya kerusakan di bidang akademis, tetapi dalam waktu bersamaan juga terjadi kerusakan moral secara masif.
Memanfaatkan budaya populer
Adalah naif dan tidak mungkin rasanya menolak budaya populer dan trend setter gaya hidup serbahedonis yang setiap hari secara terbuka ditayangkan dalam bentuk film, musik, video, dan komik/majalah. Yang paling mungkin dilakukan adalah menghidupkan kesadaran kritis para pendidik untuk memaksimalkan bentuk-bentuk tayangan tersebut sebagai tools dalam proses belajar-mengajar. Keberanian untuk menggunakan berbagai macam jenis tayangan sebagai bahan ajar juga harus dikembangkan sedemikian rupa, bahkan termasuk mendiskusikan hal-hal yang tabu seperti masalah seks dan kekerasan. Harus kita yakini bahwa tayangan baik dalam bentuk film, video, musik, maupun komik atau fiksi terpilih dan pantas secara sadar harus mampu digunakan para guru dalam proses belajar-mengajar. Ada banyak film semisal Pay It Forward atau Freedom Writers yang layak diputar dan didiskusikan di ruang kelas dengan anak-anak kita yang sedang beranjak dewasa (tingkat menengah).
Sebagai salah satu bentuk pedagogis bergerak yang secara langsung dapat merefleksikan dunia nyata, film dapat merangsang siswa untuk mendiskusikan banyak sekali isu tentang ras, kelas, gender, kekerasan, dan orientasi seksual manusia. Karena itu, menggunakan film sebagai salah satu bahan ajar merupakan jawaban bagi para siswa yang menggemari budaya populer, tetapi dilakukan secara terbimbing di ruang kelas. Jika hal itu dilakukan, biasanya siswa akan terlihat berani untuk menganalisis isi film dari beragam perspektif, bahkan bisa jadi mereka memiliki pandangan-pandangan yang unik menurut pengalaman masing-masing. Diskusi film selalu merupakan cara yang efektif untuk melihat reaksi siswa dalam menyikapi sebuah peristiwa dan mengambil virtue yang secara kolektif biasanya akan lebih mudah dilakukan (Sealey: 2006).
Kebiasaan dan perilaku melarang para guru terhadap siswa untuk tak melihat film dan video sebenarnya lebih akan membuat siswa penasaran. Tetapi jika itu dilakukan secara bersama-sama dengan guru dan teman mereka, proses berpikir kritis pun akan terlatih. Yang paling baik adalah kemauan guru untuk melakukan browsing bersama siswanya dalam mencari film dan video pembelajaran melalui Youtube.com, misalnya. Jutaan film setiap hari dirilis ke dalam Youtube.com, tetapi jika hal itu diniatkan sekaligus digunakan untuk tujuan pembelajaran, bisa dipastikan anak-anak akan senang untuk berbagi perspektif. Apalagi jika guru lebih kreatif, jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter bahkan bisa dijadikan sebagai medium e-learning yang dikemas untuk pola belajar tak langsung atau jarak jauh (distance learning). Hanya, pertanyaannya, berapa banyak guru yang bisa dan mau memanfaatkan teknologi informasi sebagai bahan ajar?
Gardner (2007) mengingatkan para pendidik bahwa siswa perlu dibina dan dikembangkan untuk menghadapi arus besar teknologi informasi dengan multimodal literacy skills yang sangat krusial untuk kehidupan abad 21.
Karena itu, kemampuan guru dalam penguasaan teknologi informasi juga merupakan tuntutan yang tidak bisa dihindarkan dalam kebijakan pendidikan kita. Selain itu, dalam rangka mengimbangi budaya populer yang semakin menggila, sekolah perlu dilengkapi dengan perpustakaan digital yang mampu mengakses jutaan sumber belajar yang berserakan di dunia maya. Masalah baru yang muncul dan dihadapi otoritaspendidikan kita adalah mahalnya perangkat digital sekolah dan sulit dan lamanya melatih guru untuk melekteknologi informasi.
Belum lagi tantangan dari cara pandang tradisional yang masih menganggap teknologi informasi sebagai bentuk berhala baru dan karena itu, sedapat mungkin harus dihindari. Sikap mental guru/pendidik seperti itu malah tidak akan menguntungkan dunia pendidikan kita. Karena itu, dibutuhkan mentalitas dan kapasitas akademis guru yang selalu ingin belajar, terutama dalam membina sisi afektif dan psikomotorik siswa-siswi mereka. Apalagi saat ini juga berkembang sebuah pendekatan baru dalam mengajar yang diperkenalkan Susan M Drake dan Rebecca C Burns dalam buku Meeting Standards through Integrated Curriculum (2004), yaitu transdisciplinary approach. Transdisciplinary approach membutuhkan keterampilan guru yang luar biasa untuk memandang dan mengajarkan sebuah subjek berdasarkan tema, konsep, sekaligus keterampilan yang sesuai dengan kehidupan nyata dan minat siswa.

Bab 3
Penutup

3.1 Kesimpulan

Dari pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa citra pendidikan di Indonesia kurang berjalan dengan baik. Hal itu ditunjukkan dari banyaknya masyarakat muda maupun tua yang terjerat pergaulan yang kurang baik atau dapat dikatakan pergaulan bebas. Jika citra pendidikan di indonesia sudah baik, pengaruh negatif yang di timbulkan dan di buat oleh media-media informasi seperti radio, TV, ponsel, dan sebagainya tidak akan mempengaruhi kehidupan masyarakat di Indonesia. Apalagi kini jaman semakin maju dengan adanya jaringan internet. Ditambah lagi maraknya video-video porno yang tersebar bahkan dari kalangan masyarakat Indonesia seperti video porno artis yang telah tersebar luas bukan hanya di negeri sendiri saja.
Namun sebetulnya pengaruh teknologi informasi bagi masyarakat di indonesia ini sudah cukup baik. Hanya saja ada sisi lain ada hal yang dijadikan sesuatu yang negatif oleh sebagian masyarakat terutama anak muda yang emosional dan asupan pendidikannya masih labil.
Hubungan antara teknologi informasi dan citra pendidikan masyarakat di indonesia sangat erat. Tanpa teknologi informasi masyarakat tak akan bisa hidup dengan nyaman dan pendidikan pun tidak akan berjalan dengan lancar karena kini hampir semua hal membutuhkan teknologi. Hanya saja tergantung kita menyikapinya, bagaimana kita dapat mengontrol diri kita sendiri untuk mempergunakan teknologi yang ada dengan positif dan agar citra pendidikan kita pun terjaga dengan baik.

3.2 saran
·        
      jagalah citra pendidikan kita sendiri jangan smpai terbawa oleh pengaruh negatif dari teknologi informasi yang semakin canggih.
·         Berpikirlah positif agar sebanyak apapun pengaruh yang di timbulkan oleh teknologi informasi ini bisa di jadikan pelajaran berharga bukan sebagai acuan kita untuk berbuat hal yang sama.
·         Hindarilah sebisa mungkin hal-hal yang negatif dari teknologi informasi yang semakin maju ini agar citra pendidikan kita ataupun masyarakat di indonesia tidak rusak.


Daftar pustaka


Minggu, 07 April 2013

Biodata


Nama                               :   Ardian Fadli
Tempat/Tanggal Lahir     :   Rawang/08 Juni 1993
Agama                             :   Islam
Pekerjaan                        :   Mahasiswa
Golongan Darah              :   O
Pendidikan                      :    - SD Taman Siswa Rawang
                                             - Madrasah Darul ikhlas rawang
                                             - SMP Taman Siswa Rawang
                                             - SMKN.1 Percut Sei Tuan Jurusan 
                                               Teknik komputer dan jaringan
                                             - Universitas Sumatera Utara Jurusan
                                               Tekhnologi Informasi 2011
Hobi                               : Renang, Volly, Musik



Prestasi, kelebihan dan Sejarah hidup :
Sebenernya prestasi dan dan kelebihan saya itu sedikit. beberapa prestasi saya mungkin ketika saya SD sampai SMP saya selalu mendapatkan juara pertama. entah saya yang pinter entah karena kawan-kawanku yang dodol hehheh. saya di besarkan di pedesaan yang masih kental sekali pertaniannya. makanya klo masalah cara bertani saya sudah sangat paham. tapi entah kenapa saya nggak terlalu suka bertani. Sejak kelas 3 SD saya sudah sekolah sore di Madrasah. pagi sekolah biasa siang sekolah madrasah. orang tua saya memang sangat mendidik anak-anaknya tentang agama. makanya kebanyakan prestasiku itu dari lomba keagamaan. saya pernah memenangkan juara 2 MTQ se-kabupaten waktu saya masih kelas 1 SMP. Saya juga pernah menjuarai juara 1 lomba azan se-kecamatan. heheh

Begitu saya masuk SMK saya tidak memiliki prestasi. paling hanya sebatas juara 5 besar di kelas. karena jujur saya lebih suka praktik ketimbang teori. makanya di SMK kegiatan yang paling saya suka yaitu PKL ( Praktek Kerja Lapangan) sama praktikum. SMK saya ini 2 kali PKL. PKL pertama saya di KPID (komisi penyiaran indonesia daerah), disitu kerja saya cuma memantau siaran televisi, huftt membosankan. PKL saya yang kedua yaitu di CV. Speedy Care, Speedy care adalah mitra dari PT. Telkom. pokoknya segala permasalahan tentang internet speedy di serahkan ke speedy care. di tempat PKL saya yang kedua ini saya dapat banyak ilmu, mulai dari mikrotik, pemasangan speedy, pemasangan Yes TV,CCTV, installasi warnet Full, sampai pemasangan Tower Triangle untuk koneksi jarak jauh. Dari situ saya mendapat banyak pengalaman dan sampai sekarang saya sudah mulai memborong job seperti installasi pemasangan warnet Full, Mikrotik, Dll.
salah satu kelebihan saya yaitu saya lumayan banyak mengerti tentang jaringan komputer.

mungkin hanya itu yang bisa saya share, semoga bisa jadi inspirasi buat anda :)

Jumat, 29 Maret 2013

Hasil Survey Online | "Seberapa Sabarkah Anda ??"

"Seberapa Sabarkah Anda ??"

Pada tanggal 27 Maret 2013 s/d 28 Maret 2013 saya membuat survey online unutuk memenuhi tugas mata kuliah psikologi. survey tersebut mendapat 31 responden. sebelumnya saya ucapkan terima kasih buat para responden yang baik hati karena mau meluangkan waktunya sedikit untuk berpartisipasi dalam survey online saya :D
oke, langsung ajah kita lihat hasil survey nya.

Pertanyaan yang saya ajukan adalah sebagai berikut :

1. Ketika kamu di ejek teman dengan panggilan gak senonoh, gimana reaksimu ?


Dari pertanyaan no.1 terlihat bahwa ternyata lebih banyak orang yang kurang sabar, sehingga memilih mengejek kembali ketika dia di ejek oleh temanya.

2. Ketika teman meminjam motor, ternyata di tengah jalan terjadi kecelakaan dan motornya rusak parah tetapi si teman gak apa-apa, gimana reaksimu ?



Dari pertanyaan no. 2 terlihat bahwa ketika seseorang dihadapkan dengan situasi seperti itu mereka lebih memilih berbicara baik-baik dan tetap meminta ganti rugi, tetapi saya salut sekali ternyata ada juga yang memilih hanya marah tetapi tidak meminta ganti rugi. mungkin responden yang memilih tidak meminta ganti rugi ekonominya bagus ( kaya ).

3.  Ketika teman kamu mengejek kamu karena kondisi pisik mu, gimana reaksi mu?


Dari pertanyaan no 3 terlihat bawha 25 responden menjawab biasa saja, itu artinya mungkin ejekan secara fisik sudah menjadi hal yang biasa jadi mereka tidak marah, tapi ada 2 responden yang menjawab dengan marah, mungkin perasaan mereka sedikit sensitif. ada juga 4 orang responden menjawab mengejek balik, wah berarti mereka sedikit pendendam ini hehehe :D

4. apa yang akan kamu lakukan ketika kamu di beri tugas kelompok oleh dosen, tetapi salah satu teman kelompok mu tidak mau tau tentang tugas tersebut ?



Pertanyaan no 4 ini adalah hal yang pastinya pernah di alami responden dan saya sendiri juga pernah mengalami. ternyata 13 responden memilih tetap menyelesaikan tugas seperti tidak ada masalah. menurut saya hal ini kurang bagus, karena akan menjadi kebiasann nntinya buat si pelaku. 11 responden menjawab menegur dan sedikit mengancam, saya rasa cara ini lebih cocok. tapi ada juga yang kejam yang langsung menghapus namanya dari daftar dan memberitahukan ke dosen yang bersangkutan.

5. Apa yang kamu lakukan ketika teman yang paling jahat padamu tiba-tiba dia meminta bantuan padamu ?


Dari pertanyaan no. 5 ternyata 15 responden memilih menbantu dengan senang hati ketika di hadapkan dengan keadaan tersebut. 7 orang mengabaikan permintaan. 6 orang memilih menolong tapi mengungkit-ungkit kejahatannya.

6. Jika suruh memilih, anda akan memilih yang mana ?



Dari pertanyaan no 6  ternya 25 responden lebih memilih sahabat dan hanya 6 responden yang memilih pacar. oke deh mari kita lihat pertanyaan selanjutnya untuk mengetahui seberapa sabar mereka dengan pilihan mereka ini.

7. Jika anda memilih pacar, ketika pacarmu lebih perhatian ke orang lain daripada kamu , apa yang kamu perbuat ?


Dari pertanyaan no 7. terlihat bahwa  jika responden dihadapkan dengan keadaan diatas ternyata 10 responden menjawab dengan bertanya baik-baik ke pacar. tetapi ada 1 orang yang langsung memutuskan pacarnya ( mungkin yang jawab tipe cemburuan ), dan 2 responden menjawab dengan tidak peduli ( mungkin pacarannya gak didasari rsa sayang x ya )

8. jika kamu memilih sahabat, ketika sabahatmu jatuh cinta pada pacarmu apa yang akan kamu lakukan ?


Dan ini adalah pertanyaan terakhir, terlihat bahwa ketika responden dihadapkan dengan kondisi diatas 2 responden memilih menghajar sahabatnya sampai babak belur #responeden ini suka kekerasan x yah :). 7 responden memilih mengalah dan membiarkan pacarnya pacaran dengan sahabatnya ( mungkin mereka tipe setia kawan ).

Sekian hasil survey online yang saya lakukan, semoga kedepannya dapat lebih kembangkan untuk tujuan yang lebih besar


Testimoni :

Ini pertama kalinya saya melakukan survey online, ternyata belajar dengan metode seperti ini sangat menyenangkan :). survey seperti ini sangat bermanfaat, terutama untuk mengukur sejauh mana dan apa yang menjadi kendala dari suatu permasalahan. menurut saya cara ini sudah efektif dan efisien.
dapat memepersingkat waktu karena tidak perlu mendatangi orang satu per satu.

terima kasih buat ibu Filia Dina Anggaraeni selaku dosen matkul Psikologi. cara belajar yang ibu ajarkan sangat menyenangkan :)

Senin, 25 Maret 2013

Modifikasi Perilaku

A. Judul : Modifikasi Perilaku

B. Kelompok 7 :
Anggota Kelompok :

  1. Ardian Fadli (111402020)
  2. Vanesa Felicia (111402038)
  3. Deno Sumarta (111402040) 
  4. Ayu Cahyani A (111402106)
C. Hasil Diskusi :

Defenisi Modifikasi Perilaku

Defenisi dari modifikasi perilaku adalah suatu teknik yang dibuat atau diformulasilakan untuk meningkatkan frekuensi dari tindak perilaku yang diinginkan dan menurunkan kemunculan perilaku yang tidak diinginkan. Modifikasi perilaku ini lebih merujuk pada proses pengubahan perilaku, seperti mengubah perilaku dan reaksi seseorang terhadap suatu stimulus melalui penguatan perilaku adaptif dan atau penghilangan perilaku maladaptif melalui hukuman.

Tokoh Modifikasi Perilaku


Ada beberapa tokoh dari teori modifikasi perilaku, sperti B.F. Skinner, Pavlov, dll. Namun kami disini membahas teori dari B.F. Skinner yang mengembangkan teori tersebut. Kegiatan modifikasi perilaku (behavior modification) secara umum didasari psikologi behavioristik, khususnya teori stimulus respon dari pavlov yang kemudian dikembangkan oleh B. F. Skinner.


B.F. Skinner merupakan seorah tokoh dari teori modifikasi perilaku yang berkebangsaan Amerika yang dikenal sebagai seorang tokoh behavioris dengan menggunakan pendekatan model langsung dan beliau juga meyakini bahwa perilaku kita sehari-hari dikontrol melalui suatu proses yang disebut dengan proses operant conditioning.

Bunyi Teori dari B.F.Skinner

Teori B.F.Skinner mengemukakan bahwa adanya “cara kerja yang menentukan” (operant conditioning) yang terdiri dari stimulus yang menggugah yang dapat meningkatkan proses kerja serta usaha untuk memodifikasi perilaku seseorang dengan suatu penguatan(reinforcement).

Operant Conditioning atau pengoperasian operan merupakan suatu cara atau proses untuk penguatan perilaku operan. Perilaku operan itu sendiri adalah suatu perilaku yang dikeluarkan atau dilakukan dengan cara spontan dan bebas, yang berbeda dengan perilaku responden, dikemukakan oleh Pavlov, yang muncul dikarenakan adanya suatu stimulus tertentu. Perilaku operan ini dapat berulang-ulang muncul atau menghilang sesuai dengan keinginan.

Skinner membagi penguatan (reinforcemet) kedalam dua bagian, yaitu penguatan yang bersifat positif, maupun penguatan yang bersifat negatif. Penguatan positif tersebut contohnya seperti memberikan penghargaan/imbalan untuk perilaku yang sesuai dengan keinginan. Sedangkan penguatan negatif tidak memberikan penghargaan jika perilaku tersebut tidak sesuai dengan keinginan. Sehingga dengan adanya penguatan tersebut maka perilaku dari seseorang akan berubah. Dengan menyadari bahwa apa yang dia kerjakan salah maka dia akan menerima konsekuensi dari perbuatan yang telah dilakukan sehingga dia akan sadar bahwa apa yang dia kerjakan adalah tidak benar dan akan merubah perilakunya menjadi benar. Inilah yang kita sebut dengan Modifikasi Perilaku.

Eksperimen dari B.F. Skinner untuk Memperkuat Teorinya

Pada percobaan untuk membuktikan teori yang Ia kemukakan, maka B.F. Skinner melakukan percobaan pada seekor tikus. Dalam laboratorium, Skinner memasukkan seekor tikus yang kelaparan dalam kotak yang disebut “Skinner box”, yang sudah dilengkapi dengan berbagai peralatan, yaitu tombol, alat memberi makanan, penampung makanan, lampu yang dapat diatur nyalanya, dan lantai yang dapat dialiri listrik. Karena dorongan lapar (hunger drive), tikus berusaha keluar untuk mencari makanan. Selama tikus bergerak kesana-kemari untuk keluar dari box, tidak sengaja ia menekan tombol, sehingga makanan keluar. Proses pembelajaran dari tikus tersebut diberi nama shapping.

Berdasarkan berbagai percobaannya pada tikus dan burung merpati, Skinner menyatakan bahwa unsur terpenting dalam belajar adalah penguatan (reinforcement). Maksudnya adalah pengetahuan yang terbentuk melalui ikatan stimulus-respon akan semakin kuat bila diberi penguatan (reinforcement).

Kelebihan dan Kekurangan Teori B.F.Skinner

Kelebihan Teori Skinner :

Dengan adanya teori tersebut diharapkan pendidik diarahkan untuk menghargai setiap anak didiknya. Hal ini ditunjukkan dengan dihilangkannya sistem hukuman. Hal itu didukung dengan adanya pembentukan lingkungan yang baik sehingga dimungkinkan akan meminimalkan terjadinya kesalahan.

Kekurangan Teori Skinner :

Dengan  ditiadakannya hukuman, maka kemungkinan akan membuat anak didik menjadi kurang mengerti tentang sebuah kedisiplinan.

Namun menurut skinner hukuman yang baik adalah anak merasakan sendiri konsekuensi dari perbuatannya. Misalnya anak perlu mengalami sendiri kesalahan dan merasakan akibat dari kesalahan. Penggunaan hukuman verbal maupun fisik seperti: kata-kata kasar, ejekan, cubitan, jeweran justru berakibat buruk pada siswa

Contoh Pengaplikasian Teori B.F. Skinner terhadap Modifikasi Perilaku

Contoh Modifikasi Perilaku yang berhubungan dengan dinamika sebagai mahasiswa TI adalah ketika seorang mahasiswas TI yang tidak memahami suatu bahasa pemrograman. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa hal, misalnya yang pertama karena belum pernah sama sekali menyentuh yang namanya bahasa pemrograman, atau masalah lainnya karena memang tidak ingin memahami bahasa pemrograman tersebut sama sekali. Oleh karena itu, untuk dapat memahami bahasa pemrograman ini, maka dilakukan sebuah cara bagaimana mahasiswa TI tersebut dapat memahami bahasa pemrograman. Diberikan beberapa tugas kepada sang mahasiswa, dan jika ia tidak Ia berhasil mengerjakan tugas pemrograman tersebut dengan baik, maka sang pendidik akan memberikan penguat positif berupa nilai yang baik. Namun jika mahasiswa tersebut tidak mengerjakannya, maka sang pendidik akan memberikan penguat negative yaitu berupa tidak member imbalan seperti memberikan nilai tidak bagus. Maka sang mahasiswa akan terus belajar, dan berusaha bagaimana caranya agar dapat membuat nilainya meningkat sehingga dia akan memperoleh imbalan ataupun penghargaan. Proses tersebut dinamakan dengan Modifikasi Perilaku.

Kesimpulan dari penjabaran diatas bahwa untuk memodifikasi perilaku seseorang, tidak dapat kita lakukan dengan cara instan, melainkan dengan cara yang bertahap. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan pengaplikasian dari teori yang dikemukakan oleh B.F. Skinner.

D. Sumber Referensi :

    Feldman, Robert S. 2012. Pengantar Psikologi (Understanding Psychology). Jakarta:Salemba Humanika.
    http://blog.unsri.ac.id/desipandora/welcome/teori-penguatan-skinner/mrdetail/15164
    http://www.scribd.com/doc/8210451/Behavioristik-vs-Konstruktivistik-3
    http://goeh.wordpress.com/2008/03/07/teori-belajar-menurut-bf-skinner/

E. Testimoni Secara Keseluruhan:

Belajar secara diskusi sangat menyenangkan. kita bisa saling bertukar pikiran satu sama lain. lebih mudah memahami suatu materi dengan dengan berdiskusi. dalam diskusi kami ini saya mendapatkan pengetahuan baru, yaitu tentang modifikasi prilaku. modifikasi prilaku sangat erat hubungannya dengan kehidupan kita sebagai mahasiswa. dalam proses belajar mengajar di kelas. menurut saya teori B.F skinner bagus karna tidak memberikan tekanan kepada mahasiswanya. tapi, mahasiswa menjadi kurang disiplin karena tidak adanya hukuman secara langsung.

SENSASI dan PERSEPSI


Hmmm.. siang ini gak seperti sebelumnya, langit mendung dan cuaca pun dingin banget.. brrr..
jadi teringat ketika ospek inagurasi di sibolangit ketika masuk perguruan tinggi yang ku duduki sekarang.hmmm.. disini aku mau berbagi cerita sedikit nih tentang pengalaman ketika ospek di sibolangit itu. sebenernya cerita ini bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah psikologi tentang Persepsi dan Sensasi. He he

Sebelum saya mulai bercerita, saya akan menjelaskan apa sih sensasi dan apa sih persepsi?? hayoo dah pada tau belommm?? langsung aja dah cekidot ;)

SENSASI berasal dari kata sense, yang mengandung arti alat indra, yang menghubungkan organisme dengan lingkungannya. Jadi secara garis besar sensasi adalah proses manusia dalam menangkap stimuli melalui alat indra yang manusia miliki.  Stimuli adalah apa saja yang dapat mnyentuh alat indra, baik dari dalam dan luar. contoh : ketika kita melihat sampah pasti yang ada di pikiran kita adalah kotor, emang benar sampah itu emang kotor. 

Sensasi merupakan awal mulanya sebuah proses persepsi. PERSEPSI adalah cara kita menginterpretasikan pesan yang telah diproses oleh sistem indrawi kita (sensasi). contohnya : ketika kita masuk kedalam rumah yang gelap dan tidak di huni lagi, kita berpersepsi rumah itu angker.

okelah langsung ajah ke TKP.. ;)

Setelah kurang lebih satu bulan setelah ospek yang membuat penampilanku seperti tuyul ( kepala botak ) dan rambut pun baru mulai tumbuh. ternyata ada lagi satu kegiatan ospek yang di lakukakan di luar kampus yang diadakan organisasi HIMATIF ( Himpunan Mahasiswa Teknologi Informasi ) yaitu inagurasi. acara tersebut di beri nama "GATHERING DAY". setelah saya baca acara kegiatan tersebut sensasi saya langsung wah, pasti acaranya bagus dan asik tuh. dan persepsi saya pun mengatakan pasti nantinya disana kami bersenang - senang bersama senior, menikmati alam dsb namanya juga Gathering Day :). tetapi persepsi ku itu salah, ternyata nama GATHERING DAY hanyalah modus senior agar kami para junior gak nyangka apa yang bakal terjadi dalam kegiatan tersebut. dan kami pun dengan semangatnya mengikuti acara tersebut karena sebenarnya emang udah kewajiban junior untuk ikut acara itu.

Siang itu sehabis sholat jumat ( lupa tanggal berapa -_-", yang jelas dua tahun yang lalu ) kami sudah berkumpul untuk berangkat ke sibolangit mengikuti acara Gathering Day tsb. tak lama bus pun datang, dan kami pun berangkat. kami tiba di lokasi sekitar pukul 18:30 WIB. setiba di sana kami di beri sedikit arahan dan langsung di suruh sholat, setelah selesai sholat lalu makan malam. #wah baek sekali ya senior kami ini -_-". selesai makan malam kami disuruh tidur di tenda. dalam perjalanan menuju tenda saya berfikir : "wah asiiik pasti bakalan menyenangkan tidur di tenda sama kawan - kawan". tetapi persepsi ku itu salah setelah melihat kondisi tendanya yang kecil dan becek aku pun langsung berbicara dalam hati "Kalau tendanya sekecil ini mau tidur di mana?? tenda yang kapasistasnya cuma 15 orang di isi 30 orang sungguh menyedihkan T_T ". dengan kondisi seperti itu kami pun mencoba untuk tidur. 

Setelah kami tertidur pulas sekitar pukul 12 malam cuaca hujan dan sangat dingin mendukung buat tidur. tapi siapa sangka kami di kejutkan oleh suara sirine dan suara ledakan petasan, rasanya seperti berada di tengah-tengah perang. ternyata itu adalah kode bahwa acara ospek baru saja di mulai. teman-teman ku pada berlari keluar tenda dengan ketakutan, sialnya aku ketika itu berada paling depan jadi aku terpijak-pijak teman yang keluar tenda. 

malam itu kami di bariskan di depan tenda, dimaki, dibentak, aq lihat banyak teman-teman yang menangis karena itu. yang aneh nya ketika aku melihat para senior sedang membentak-bentak kami, persepsi ku bukannya takut malah merasa ingin marah melihat kelakuan mereka yang semena-mena. 


Photo ketika kami di bariskan,lihatlah muka-muka ketakutan mereka. menyedihkan '(

Malam itu kami di bagi menjadi 10 kelompok, saya berada kelompok 7 yang beranggota 7 orang. setiap kelompok di tugaskan untuk mendatagi setiap pos senior. ada 5 pos pada waktu itu. mulailah kami berjalan dengan kaki gemetaran karena kedinginan untuk mendatangi setiap pos. di situlah kami di kerjain habis-habisan. baru masuk pos pertama yaitu pos angkatan 2008 kami sudah di suruh mandi lumpur bekas kubangan sapi, sensasi aku ketika melihat lumpur yang hitam, aku langsung membanyngkan kotornya lumpur yang sudah bercampur kotoran sapi. sungguuh menyedihkan.. T_T

Photo kelompok aku ketika habis mandi di kolam lumpur :(




Bersambung..